SOCIAL JUDGEMENT THEORY

Teori ini berbicara tentang pertimbangan atau penilaian seseorang terhadap suatu masalah atau pesan yang di terima. Teori mengatakan bahwa persepsi atau penilaian langsung seseorang terhadap suatu ide atau masalah. Di mana orang akan cenderung membandingkan dengan sudut pandangnya pada saat itu.

Contoh kasus

Ketika terjadi kerusuhan sosial tahun 1998 waktu itu terjadi kerusuhan dimana – mana dan saya bekerja di salah satu hotel di bilangan Jalan sudirman saya mendapatkan pesan – pesan baik dari televisi radio ataupun radio bahkan melihat langsung kerusuhan terjadi dimana – mana dan saya berasumsi bahwa kerusuhan di mana-mana dan pasti tidak ada kendaraan umum yang beroperasi dan sebaiknya tidak berangkat kerja karena situasi dan kondisi saat itu. ( di sini saya memasuki Lattitute rentang penerimaan).

Tetapi saya tetap berangkat kerja dan berjalan ke jalan raya untuk mencoba kemungkinan ada kendaraan umum yang tetap beroperasi , karena biar bagaimanapun mereka juga butuh makan dan minum dan mereka tetap beroperasi untuk mencari uang dan mencukupi kebutuhan sendiri – sendiri . Singkat kata saya terus berjalan dan akhirnya menemukan kendaraan umum dan bisa sampai ke tempat kerja dan melihat begitu banyak orang berkumpul di hotel karena mereka takut dengan kondisi yang ada dan mereka berlindung di hotel. (di sini terjadi rentang penolakan) secara umum dari informasi dan data yang ada di artikan pasti tidak ada kendaraan yang ada tapi kenyataanya ada juga .

Selanjutnya saya sampai kantor dan melihat bahwa kondisi jakarta sebagian terasa demikian mencekam dan terjadi huru – hara yang terus berlanjut. Yang akhirnya banyak karyawan hotel yang tidak masuk dengan alasan tidak bisa berangkat karena tidak ada kendaraan juga karena takut terjadi sesuatau di jalan karena sudah demikian brutalnya hal hal terjadi. Tidak hanya harta benda yang di jarah oleh orang – orang tetapi sudah ke nyawa pembakaran gedung – gedung dan jelas – jelas ada orang di dalamya bukti nyata bahwa nyawa juga terancam. Dan saya di suruh ama pimpinan saya untuk tidak pulang karena memang kekurangan karyawan untuk bekerja karena sebagian besar tidak masuk kerja saya di suruh masuk dengan hitungan lembur. Di sini saya Cuma diam sahaja dan saya merasa pasti sebenarnya banyak hal yang bisa di lakukan buktinya saya walaupun kerusuhan terjadi masih bisa datang ke kantor di sini saya memasuki Lattitude tanpa pertanyaan.

Saya akhirnya tetap bekerja dan saya menginap di hotel dan sudah di sediakan kamar khusus bagi karyawan yang tidak pulang karena mesti menggantikan karyawan lain yang tidak masuk hingga operasional hotel bisa terus berjalan walaupun tidak bisa berjalan normal seperti biasanya.

Advertisement

Comments are closed.